Selasa, 14 Februari 2012

Valentine vs FPI





Kalau valentine ditandai dengan memberikan sesuatu (bunga, coklat, dsb) 
pada orang yang disayangi,
lalu apa bedanya dengan hari-hari lainnya?
Bukankah tiap hari kita rela menyumbangkan pikiran, waktu, 
tenaga, materi, dsb untuk orang yang disayangi?
Lalu buat apa ada valentine yang cuma satu hari ini?
Apa yang 'spesial'?


Saya punya usul.
Bagaimana jika justru satu hari langka ini
digunakan untuk membagikan sesuatu yang berharga itu 
pada orang yang paling dibenci.
Coba, misalnya, coklat berbentuk hati berbungkus pink 
berikanlah untuk musuh paling memuakkan.
Bukankah itu hal sulit yang tak bisa dilakukan tiap hari?
Tapi bukankah itu bisa dan mungkin dilakukan pada hari yang bertabur cinta 
serta warna-warni pink yang menyelimuti dunia pada hari ini?


Jadi tak ada lagi yang tak bahagia di valentine ini.
Bahagia valentine tak lagi dimonopoli pasangan-pasangan serasi
seolah cuma merekalah yang wajar berbagi di hari kasih sayang.
Semua tetap bisa berbagi.
Termasuk yang setia untuk sendirian..




(Mohon ingat, saya cuma usul. Ini saya sendiri tak rela berbagi buat musuh. 

Tapi saya bagikan saja ide ini karena pasti teman-teman lebih bisa. 
Bener, saya tak rela...)


5 komentar:

  1. ‎"Ketika mereka saling mencintai bahkan lebih dari itu, apa yang terjadi? Mereka tidak berbicara, hanya berbisik dan mereka bahkan menjadi lebih dekat satu sama lain dalam cinta mereka. Akhirnya mereka bahkan tidak perlu berbisik, mereka hanya melihat satu sama lain."
    ---------------------------------------------------------------------------------

    MENGAPA KITA BERTERIAK SAAT MARAH?

    Seorang wali Hindu sedang berjalan bersama murid-muridnya menuju sungai Gangga untuk mandi. Dia melihat sekelompok anggota keluarga saling berteriak dan marah satu sama lain.

    Dia berpaling kepada murid-muridnya dengan tersenyum dan bertanya.

    "Mengapa orang saling berteriak saat marah satu sama lain?”

    Murid berpikir sejenak, salah satu dari mereka berkata, "Karena kita kehilangan ketenangan maka kita berteriak."

    "Tapi, mengapa kalian berteriak ketika orang lain berada di sebelah kalian? Bukankah kalian bisa memberitahu apa yang harus kalian katakan dengan cara yang lembut," tanya sang guru.

    Para murid memberi beberapa jawaban yang lain tetapi tidak memuaskan murid-murid yang lain. Akhirnya sang guru menjelaskan.

    "Ketika dua orang saling marah, jarak hati mereka sangat jauh. Untuk mengatasi jarak hati mereka harus berteriak agar dapat mendengar satu sama lain. Semakin besar kemarahan mereka, semakin keras suara teriakan mereka, khawatir suara mereka tidak terdengar satu sama lain.

    Apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tidak berteriak satu sama lain tetapi berbicara pelan, karena hati mereka sangat dekat. Jarak antara mereka adalah tidak ada atau sangat kecil ... "

    Guru itu melanjutkan, "Ketika mereka saling mencintai bahkan lebih dari itu, apa yang terjadi? Mereka tidak berbicara, hanya berbisik dan mereka bahkan menjadi lebih dekat satu sama lain dalam cinta mereka. Akhirnya mereka bahkan tidak perlu berbisik, mereka hanya melihat satu sama lain. Itu menunjukkan seberapa dekat dua orang ketika mereka saling mencintai. "

    Dia menatap murid-muridnya dan berkata.

    "Jadi, ketika kalian berdebat jangan biarkan hati kalian menjadi jauh. Jangan katakan apapun disaat jarak menjadi jauh satu sama lain karena kemarahan. Atau di lain hari ketika jarak semakin begitu besar, kalian tidak akan menemukan jalan untuk kembali. Orang-orang seperti ini mungkin akan berakhir di pengadilan perceraian." (ran/asr)

    http://www.erabaru.net/featured-news/48-hot-update/28958-mengapa-kita-berteriak-saat-marah-#.Tv0azzB8XiJ.facebook

    BalasHapus
  2. Cerita Kocak, Komik Kocak,Gambar Plesetan.
    http://kocakabiss.blogspot.com
    ini nih yg ane cari2..
    Thanks brader
    :D

    BalasHapus
  3. Lucu dan menarik mas.....
    karikaturnya mantep.... .kita hidup didunia dagelan, maka wajar jika kita sering lihat orang2 tertawa dijalanan....
    update lagi...

    BalasHapus