Senin, 11 Maret 2013

Seandainya FPI Ketemu FPA




Kamis, 07 Maret 2013

PERSOALAN ANAK DAN "ANAK"


(berikut ini tulisan Y.B Mangunwijaya yang saya ambil dari buku kumpulan esainya seputar dunia pendidikan, "Impian dari Yogyakarta", halaman 39-43. Tulisan saya ambil utuh mengingat keunikan gaya tulis dan bahasa beliau. Semoga pihak penerbit tidak berkeberatan 'keprihatinan' Romo Mangun saya sebar lebih luas.)


ANAK perempuan tujuh tahun mengemis pura-pura loyo di muka Gedung Negara Yogyakarta. Ayahnya yang masih muda sehat kuat duduk agak jauh, minum rokok, menunggu setoran anaknya. Kalau hanya mendapat sedikit, si anak ditampar. Kepada pekerja sosial kami, si anak menyatakan ingin sekali bersekolah. Tetapi ketika kami menyanggupkan diri untuk mengasuh dan menyekolahkannya, si ayah yang gelandangan tak punya rumah, tanpa malu berkeberatan: "Kalau anak saya disekolahkan, saya hidup dari mana?" Kami bujuk rayu mati-matian, tetapi tetap tidak boleh, anak harus mengemis untuk dia. Kecuali kalau kami mau beli anaknya. "Saya jual Rp 300.000 pasti laku," katanya dingin.

Senin, 04 Maret 2013

BIARKAN SAYA MENINGGAL SEBAGAI GURU SEKOLAH DASAR


(berikut isi kliping yang saya dapat dari harian Kompas soal YB Mangunwijaya)


KETIKA Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, atau ak­rab dipanggil Romo Mangun, meninggal dunia, tanggal 10 Februari 1999, ribuan pelayat meng­hadiri pemakamannya. Tidak hanya dari kalang­an rohaniwan dan penganut agama Katolik atau masyarakat Yogyakarta saja, tetapi juga masya­rakat dari berbagai agama, suku, kedudukan, pangkat, profesi, dan lain-lain.

Selasa, 19 Februari 2013

Lucunya Kurikulum 2013